wartaline.com

Menyajikan Berita Lain, Baru Dan Terkini

Advertising

test

Breaking

Post Top Advertise

Your Ad Spot

Friday, August 3, 2018

Permasalahan Tawuran Pelajar Dalam Dunia Pendidikan

Permasalahan tawuran pelajar sebenarnya adalah hal yang sudah lama ada sejak dulu. Dari tahun ke tahun fenomena tawuran yang melibatkan pelajar beberapa kali menghiasi pemberitaan di media massa. Dari yang hanya sekedar saling lempar batu, bentrok fisik dan bahkan menggunakan senjata tajam. Dari yang hanya menderita luka-luka bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa. Beberapa kalangan menilai bahwa tawuran pelajar adalah bentuk ekspresi dari sang pelajar yang ingin mengutarakan emosinya tapi tidak ada tempat untuk melampiaskannya. Beberapa pengamat lain mengatakan bahwa tawuran pelajar adalah ketidak berdayaan pihak sekolah dan pihak keluarga untuk mengendalikan perilaku sang pelajar itu sendiri yang cenderung lebih mendahulukan luapan emosi dibandingkan memunculkan kejernihan pikiran akal sehatnya.
Dapat kita identifikasi hal-hal yang mungkin menjadi penyebab tawuran pelajar, yaitu : latar belakang keluarga yang tidak harmonis alias broken home, ketimpangan sosial, emosi yang tidak stabil, kurang perhatian orang tua, solidaritas kelompok, harga diri dan lain sebagainya.
Berdasarkan identifikasi yang disebutkan diatas, masing-masing memiliki porsi yang cukup signifikan untuk dijadikan alasan penyebab tawuran itu terjadi. Lalu bagaimana solusi untuk mencegah dan mengatasi tawuran pelajar ?
Beberapa hal bisa dilakukan oleh pihak yang dianggap bertanggung jawab terhadap masalah tawuran pelajar.
1. Lembaga pendidikan dalam hal ini pihak sekolah dimana pelajar itu berada.
Sebagai pihak yang paling dianggap bertanggung jawab terhadap permasalahan tawuran pelajar, sekolah sejatinya adalah tempat yang diberi tugas untuk menempa dan membina pelajar menjadi sosok yang berkarakter jujur, disiplin, pantang menyerah, berakhlak baik, nasionalisme dan lain sebagainya. Padahal, secara frekuensi pertemuan antara pelajar dan pihak sekolah, termasuk guru didalamnya, tidak selama dan tidak seintensif interaksi antara pelajar dengan lingkungan keluarga yang notabene sebagai "sekolah" awal dimana pelajar menyerap pembelajaran karakter yang telah disebutkan diatas. Pelajar berada disekolah mungkin hanya beberapa jam saja, lebih lama berada diluar sekolah. Diperjalanan atau di lingkungan rumah keluarga. Maka, sangat wajar bila sekolah tidaklah mutlak dipersalahkan atas fenomena terjadinya tawuran pelajar. Bisa jadi, saat berada dilingkungan sekolah yang menerapkan kedisiplinan dan pembelajaran karakter lainnya, pelajar tersebut berperilaku baik dan bisa dikendalikan, tapi saat berada diluar sekolah, mereka berperilaku tidak sebaik saat masih berada dilingkungan sekolah.
2. Pemerintah
Sebagai pihak yang melakukan penyelenggaraan negara, pemerintah memiliki kewajiban mencegah atau mengantisipasi perilaku pelajar yang mengarah kepada perilaku tawuran. Karena pemerintah memiliki kewenangan yang lebih dibanding lembaga pendidikan atau sekolah. Kewenangan yang lebih, maksudnya adalah kewenangan mencegah dan mengantisipasi tawuran di wilayah lembaga pendidikan dan di luar wilayah lembaga pendidikan. Berbeda dengan pihak sekolah yang hanya memiliki kewenangan dilingkungan sekolah saja.
3. Masyarakat pada umumnya
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk membina anggotanya termasuk pelajar yang merupakan bagaian dari anggota masyarakat. Ketika pelajar sudah tidak berada di dalam lingkungan sekolah, sebenarnya tanggung jawab beralih di tangan masyarakat. Dengan tingkat kepekaan dan kepedulian yang tinggi, masyarakat melakukan pemantauan dan pengawasan para pelajar yang berada di jalan-jalan, di gang, di pemukiman, di taman bermain dan lain sebagainya. Sehingga jika ada sesuatu yang berpotensi ke arah perilaku tawuran pelajar, maka masyarakat segera dapat mengantisipasi atau mencegahnya.
4. Lingkungan keluarga
Bagian yang paling penting dalam pencegahan tawuran pelajar adalah pihak keluarga. Rumah sebagai tempat asal pelajar beraktivitas. Jika kondisi rumah dalam keadaan harmonis, penuh dengan keceriaan, saling menghormati, peduli dengan masalah masing-masing anggota keluarga, maka niscaya pemicu tawuran yang berasal dari dalam diri pelajar akan dapat diatasi.
Berdasarkan ke empat pihak yang telah disebutkan diatas, maka tanggung jawab terhadap permasalahan tawuran pelajar berada ditangan mereka semua. Jika keempat pihak melakukan kerjasama dan kordinasi secara simultan dan berkesinambungan maka percayalah, tidak akan pernah ada yang namanya tawuran pelajar.

No comments:

Post a Comment

Promotion

Your Ad Spot

Pages