wartaline.com

Menyajikan Berita Lain, Baru Dan Terkini

Advertising

test

Breaking

Post Top Advertise

Your Ad Spot

Tuesday, May 5, 2020

Hukum Taklifi Dan Wadl'i


Sebagian besar para ulama Ushul Fiqih, membagi hukum menjadi 2 (dua) bagian :
a. Hukum Taklifi
Adalah khithab Allah SWT atau sabda Nabi Muhammad SAW yang mengandung tuntutan, baik suruh atau larangan.

Hukum Taklifi ada 5 (lima), yaitu :
1. Ijab, artinya mewajibkan atau khithab (firman Allah SWT) yang meminta mengerjakan dengan tuntutan yang pasti.
2. Nadab (anjuran), artinya menganjurkan atau khithab yang mengandung suruhan yang tiada mesti diturut, tiada mesti ditunaikan.
3. Tahrim (mengharamkan), yaitu titah/khithab yang mengandung larangan yang mesti dijauhi.
4. Karahah (memakruhkan) yaitu titah/khithab yang mengandung larangan, tapi tiada mesti kita jauhi
5. Ibahah (membolehkan) yaitu titah/khithab yang membolehkan sesuatu untuk diperluas atau ditinggalkan

2. Hukum Wadl'i
Adalah titah/khithab yang menjadikan sesuatu sebagai sebab adanya yang lain (musabbab),atau sebagai syarat yang lain. Karena itu hukum wadl'i dibagi menjadi tiga yaitu:
a. Sebab
b. Syarat
c. Mani'/penghalang

a. Sebab, adalah sesuatu (titah) yang karenanya menjadikan adanya suatu hukum dan dengan tidak adanya sesuatu itu menjadi lenyapnya sesuatu hukum.
Misalnya: Nikah menjadi sebab adanya hak waris-mewarisi antara suami dan istri; sedangkan talak menjadikan sebab hilangnya hak waris-mewarisi antara suami dan istri.
Contoh lain: "Barangsiapa di antara kamu melihat bulan itu, hendaklah ia berpuasa" (QS. Al Baqarah :185)
Akibat melihat bulan ini (1 Ramadhan) dinamai sebab, dan pekerjaan yang dikenai sebab itu dinamai musabbab.

b. Syarat, adalah sesuatu yang karenanya baru ada hukum dan dengan ketiadaannya tidak akan ada hukum.
Contoh: Haul (genap satu tahun) adalah syarat wajibnya zakat harta perniagaan; tidak adanya haul tidak ada pula kewajiban zakat.
Misal lain: "Wudhu' adalah syarat untuk sahnya shalat"
Sabda Nabi Muhammad SAW: "Allah SWT tidak akan menerima shalat seseorang di antara kamu, apabila ia berhadas, sehingga ia berwudhu'"
(HR. Bukhari)

c. Mani'/penghalang, yaitu sesuatu yang menerangkan bahwa sesuatu itu menghalangi berlakunya sesuatu hukum.
Misalnya: haid (datang bulan) menghalangi berkewajiban shalat bagi wanita dan najis pada pakaian seseorang yang sedang shalat menghalangi sahnya shalat itu.

No comments:

Post a Comment

Promotion

Your Ad Spot

Pages