wartaline.com

Menyajikan Berita Lain, Baru Dan Terkini

Advertising

test

Breaking

Post Top Advertise

Your Ad Spot

Friday, April 9, 2021

KENAPA MAJLIS TA’LIM MALAH DITUTUP MENJELANG DATANGNYA RAMADHAN?

 





KENAPA MAJLIS TA’LIM MALAH DITUTUP MENJELANG DATANGNYA RAMADHAN?


Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh masyarakat umum. Pasalnya kenapa majlis ta’lim malah ditutup, bukannya bulan Ramadhan itu bulan yang baik untuk menuntut Ilmu?

Bulan Ramadhan merupakan سيد الشهور (penghulu bulan-bulan) yang di dalamnya Allah menurunkan Al-Qur’an, dilipatgandakannya pahala, dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dibelenggunya setan, dan di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena begitu mulianya Bulan Ramadhan maka kita umat Islam sudah sepantasnya menyambut dengan baik kehadiran Bulan Ramadhan tersebut.

Majlis-majlis ta’lim Ditutup  (ditawakufkan) sementara bukan berarti kita tidak boleh (tidak bisa) sama sekali menuntut ilmu. Ditutupnya (ditawakufkan) sementara bertujuan agar kita dapat mempersiapkan diri menyambut kehadirannya. 

Hal ini dapat dianalogikan dengan misalnya ada seorang pengusaha yang kaya raya berniat akan datang ke sebuah kampung. Melalui ajudannya pengusaha tersebut memberikan berita gembira ini kepada semua warga kampung. Sang ajudan menemui kepala desa untuk menyampaikan berita ini kepada warga kampung. 

Pengusaha tersebut akan memberikan hadiah apapun yang diminta para warga kampung dengan syarat warga kampung menyambutnya, melayani, serta memperlakukan pengusaha tersebut dengan baik. Tapi sayangnya pengusaha tersebut hanya satu bulan berada di kampung tersebut. Kabar ini bukan kabar hoaks karena disampaikan oleh ajudan pribadi pengusaha tersebut. 

Pun begitu pula dengan tamu istimewa yang melebihi pengusaha tadi yaitu Bulan Suci Ramadhan. Rasulullah sebagai Rasul dan Kekasih Allah sudah memberikan kabar melalui para ulama bahwa Ramadhan akan tiba dengan membawa begitu banyak keutamaan. Apapun yang kita minta di bulan tersebut maka Allah akan mengabulkannya dengan syarat kita menyambut, mengisi, dan memanfaatkannya dengan ibadah yang terbaik. 

Sama halnya dengan kabar datangnya seorang pengusaha yang akan memberikan banyak hadiah yang tidak semua warga kampung percaya dan mempersiapkan diri menyambutnya, maka datangnya Bulan Ramadhan pun banyak dari umat islam yang seolah tidak percaya dan mengabaikan begitu saja. 

Rasulullah Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang memiliki kejujuran paling tinggi sampai dijuluki Al-Amin tidak mungkin berbohong tentang datangnya Ramdhan akan membawa banyak keutamaan. Beliau telah menyampaikan kabar gembira tentang keutamaan-keutamaan Bulan Suci Ramadhan, di antaranya : 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” 

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” 


Hadits di atas adalah sebagian kecil dari keutamaan Ramadhan yang perlu kita persiapkan diri kita menyambutnya. Tujuan utama ditutupnya Majlis Ta’lim agar kita mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari dalam rangka menyambut dan mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Kita alihkan kegiatan ta’lim yang biasa dilakukan malam hari di masjid, musholla dan tempat lainnya dengan sholat tarawih, tadarus, dan I’tikaf.


 Oleh Ustadz Abdullah, M.Pd

No comments:

Post a Comment

Promotion

Your Ad Spot

Pages