wartaline.com

Menyajikan Berita Lain, Baru Dan Terkini

Breaking

Saturday, August 7, 2021

Belajar Secara Online Di Masa Pandemi




Pandemi Covid-19 yang melanda dunia semenjak kemunculannya pada akhir tahun 2019 sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Hampir semua negara terkena wabah yang dibawa oleh virus yang bernama corona. Berbagai macam bidang kehidupan terkena dampaknya, mulai dari yang paling utama yaitu bidang kesehatan, lalu pendidikan, wisata, transportasi, perdagangan, pelayanan jasa yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dan lain-lain. 

Khusus bidang pendidikan sebagai sektor penting yang melibatkan pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya, termasuk sektor yang beresiko tinggi terkena dampak wabah virus corona ini. Banyak wilayah di Indonesia yang pada akhirnya menerapkan pembelajaran jarak jauh atau belajar secara online kepada peserta didik untuk menghindari penyebaran virus corona secara massif. Dari segi kesehatan memang hal itu menjadi solusi yang efektif untuk mencegah  penularan Covid-19 makin meluas. Namun dari segi pendidikan, khususnya bidang pembelajaran yang melibatkan peserta didik (siswa) dengan pendidik (guru), belajar secara online nampaknya menimbulkan permasalahan bagi siswa dan guru. Salah satunya yaitu kurangnya interaksi secara langsung antara dua pihak yaitu siswa dan guru. Padahal yang namanya interaksi secara langsung atau tatap muka adalah suatu kondisi yang memungkinkan kegiatan belajar berlangsung efektif dan tepat sasaran serta pada akhirnya pencapaian hasil belajar diperoleh secara optimal dan maksimal. Karena berkurangnya interaksi atau tatap muka itulah yang menimbulkan kendala dalam melakukan proses pencapaian hasil belajar. Siswa tidak dapat fokus dalam menjalani pembelajaran karena kondisi yang dialaminya tidak resmi layaknya kondisi ruang kelas yang ada di sekolah. Artinya, siswa tersebut menjadi santai dan tidak bisa seserius ketika dia berada di ruang kelas yang ada di sekolah tempat mereka seharusnya berada. 


Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan tidak efektifnya pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh sehingga pencapaian hasil belajar secara optimal dan maksimal tidak dapat diperoleh dengan baik, antara lain : 


1. Faktor dari dalam, baik yang dialami peserta didik (siswa) maupun pendidik (guru), yaitu 

a) Dorongan atau motivasi yang lemah untuk melakukan aktivitas belajar, 

b) Interest atau ketertarikan yang kurang karena siswa hanya seorang diri di lokasi belajarnya, yaitu di kamar tidur, di ruang tamu atau ruang lainnya. Berbeda ketika siswa berada di lokasi kelas yang banyak dipenuhi oleh teman-teman sebayanya, duduk diposisi depan, kanan, kiri dan belakang ada teman sekelas yang mengelilinginya. Begitu juga dengan aktivitas mengajar yang dialami oleh guru. Biasanya berada dalam satu ruang kelas, berdiri di hadapan puluhan siswa secara nyata. Tapi ketika dia mengajar secara online, guru bahkan tidak mampu bertatap muka dengan siswanya. Hanya materi pelajaran dan soal-soal yang dapat dia kirimkan kepada siswanya. Alhasil, inilah yang menjadi kendala bagi guru untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran layaknya di ruang kelas.


2. Faktor dari luar yaitu :

a) Keterbatasan orang tua dalam memantau dan mendampingi aktivitas belajar, 

Karena kondisi yang kurang mungkinkan ketika kedua orang tua bekerja di luar sehingga tidak bisa memantau dan mendampingi anaknya untuk belajar online. Jika salah satu orang tua yang bekerja di luar, misalnya ayahnya, maka tinggalah seorang ibu yang seharusnya mendampingi atau memantau anaknya belajar onlinepun masih sibuk dengan pekerjaan rumah tangga yang tidak kalah banyaknya. 


b) Media belajar yang kurang memadai, 

Karena tidak semua siswa memiliki media belajar seperti handphone, laptop dan media belajar lainnya sebagai alat pendukung kegiatan belajar online. Untuk sebagian orang, benda-benda elektronik tersebut merupakan benda yang masuk kategori barang mewah. Dari segi ekonomi, kemampuan yang dimiliki oleh setiap keluarga siswa, sebagian dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga untuk melakukan pembelian benda elektronik tersebut, mereka merasa kesulitan. 


c) Keterbatasan dalam mengakses  jaringan internet,

Karena bisa jadi hanya dapat dinikmati oleh mereka yang berada di kota-kota besar atau kota tertentu. Hal ini berkaitan dengan letak geografis yang mempengaruhi jangkauan akses jaringan internet untuk melakukan kegiatan belajar online. Bahkan walaupun mereka berada dalam lingkup jangkauan jaringan internet yang baik, ada kendala lainnya yaitu ketidakmampuan untuk membeli paket kuota. 


d) Kesulitan dalam menerapkan metode belajar, 

Karena belajar online sejatinya tidak ada tatap muka di saat pandemi seperti sekarang ini menyulitkan guru untuk menggunakan metode belajar. Apalagi metode belajar yang umum digunakan adalah metode belajar yang akan menjadi efektif kalau dilakukan secara bertatap muka antara guru dan siswa. Seperti: metode diskusi kelompok, brain storming, sosiodrama, demontrasi, latihan(drill), simulasi, ceramah, tanya jawab, jigsaw, role playing , dan lain-lain


e) Kurangnya kedisiplinan dalam mengikuti aktivitas belajar mengajar. 

Karena tidak seperti di lingkungan sekolah yang pengelolaan dan pengaturan sesuai dengan tata tertib yang berlaku, maka ketika belajar secara online di rumah, tata tertib sekolahpun akan berubah disesuaikan kondisi sistem belajar saat ini. Sehingga ada beberapa hal mengenai kondisi saat ini terkait kedisiplinan dalam kegiatan belajar online menjadi menurun. 


Lalu bagaimanakah jalan keluar untuk mengatasi dua faktor penyebab ketidakefektifan pembelajaran online tersebut ?


Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait dengan bidang pendidikan seperti pemerintah, sekolah, masyarakat dan keluarga yaitu :


1. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan sektor pendidikan selama masa pandemi covid-19 telah melakukan berbagai macam pelaksanaan kebijakan secara baik dan benar seperti: program pemberian subsidi paket quota internet dan keuangan kepada guru dan siswa yang dampaknya memberikan pengaruh signifikan  terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar secara online. Kemudian program kegiatan vaksinasi yang diberikan kepada guru dan setelahnya vaksinasi siswa untuk menambah imunitas yang kini program tersebut sudah berjalan dengan baik. Program pemerintah untuk mengatasi pandemi covid-19 tersebut  harus kita dukung demi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar secara online sehingga pencapaian hasil belajar yang kita inginkan dapat terwujud. 


2. Sekolah sebagai lembaga pendidikan tempat siswa belajar dan tempat guru mengajar harus semakin baik melakukan pelayanan pendidikan dalam rangka untuk memperoleh capaian hasil belajar yang maksimal walaupun dalam kondisi terbatas karena tiadanya tatap muka saat proses pembelajaran. Sekolah akan selalu memberi dukungan dan bantuan yang diperlukan guru dan siswa untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar online.


3. Lingkungan masyarakat yang peduli dan mengerti akan kondisi saat pandemi sekarang ini harus selalu lebih aktif melakukan dukungan kepada guru dan siswa dalam menjalani kegiatan belajar online, seperti pada waktu-waktu jam belajar berlangsung, ikut aktif mengawasi siswa yang sedang mengikuti proses belajar online agar tidak berkeliaran di luar rumah


4. Lingkungan keluarga sebagai tempat siswa bernaung dan tempat siswa belajar online harus membuat suasana yang kondusif sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar online dengan tetap fokus, nyaman, dan tentunya menyenangkan. Anggota keluarga satu sama lain harus saling mendukung agar proses kegiatan belajar online berjalan dengan baik dan lancar. 

  Demikianlah jika keempat pihak baik pemerintah, lingkungan sekolah, masyarakat dan lingkungan keluarga bersinergi dan saling bekerjasama maka pencapaian hasil belajar di masa pandemi inipun akan didapatkan secara efektif dan maksimal.

No comments:

Post a Comment

Promotion

Your Ad Spot

Pages